Paru-paru terletak di dalam rongga
dada (mediastinum), dilindungi oleh struktur tulang selangka. Rongga dada dan
perut dibatasi oleh suatu sekat disebut diafragma. Berat paru-paru kanan
sekitar 620 gram, sedangkan paru-paru kiri sekitar 560 gram. Masing-masing
paru-paru dipisahkan satu sama lain oleh jantung dan pembuluh-pembuluh besar
serta struktur-struktur lain di dalam rongga dada. Selaput yang membungkus
paru-paru disebut pleura. Paru-paru terbenam bebas dalam rongga pleuranya
sendiri. Paru-paru dibungkus oleh selaput yang bernama pleura. Pleura dibagi
menjadi dua yaitu:
- Pleura visceral (selaput dada pembungkus), yaitu selaput paru yang langsung membungkus paru.
- Pleura parietal, yaitu selaput yang melapisi rongga dada luar.
Antara kedua pleura ini terdapat
ronggga (kavum) yang disebut kavum pleura. Pada keadaan normal, kavum pleura
ini hampa udara, sehingga paru-paru dapat berkembang kempis dan juga terdapat
sedikit cairan (eksudat) yang berguna untuk meminyaki permukaan pleura,
menghindari gesekan antara paru-paru dan dinding dada sewaktu ada gerakan
bernafas.
Paru-paru kanan sedikit lebih besar
dari paru-paru kiri dan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas
(lobus superior), gelambir tengah (lobus medius), dan gelambir bawah (lobus
inferior). Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir
atas (lobus superior) dan gelambir bawah (lobus inferior). Tiap-tiap lobus
terdiri dari belahan yang lebih kecil bernama segmen. Paru-paru kiri mempunyai
sepuluh segmen, yaitu lima buah segmen pada lobus superior, dan lima buah
segmen pada inferior. Paru-paru kanan mempunyai sepuluh segmen, yaitu lima buah
segmen pada lobus superior, dua buah segmen pada lobus medial, dan tiga buah
segmen pada lobus inferior. Tiap-tiap segmen ini masih terbagi lagi menjadi
belahan-belahan yang bernama lobulus. Diantara lobulus satu dengan yang lainnya
dibatasi oleh jaringan ikat yang berisi pembuluh darah getah bening dan saraf,
dalam tiap-tiap lobulus terdapat sebuah bronkeolus. Di dalam lobulus,
bronkeolus ini bercabang-cabang yang disebut duktus alveolus. Tiap-tiap duktus
alveolus berakhir pada alveolus yang diameternya antara 0,2 – 0,3 mm.
Paru-paru merupakan sebuah alat tubuh
yang sebagian besar terdiri dari gelembung (gelembung hawa, alveoli, atau
alveolus). Pada gelembung inilah terjadi pertukaran udara di dalam darah, O2
masuk ke dalam darah dan CO2 dikeluarkan dari darah. Gelembung
alveoli ini terdiri dari sel-sel epitel dan endotel. Jika dibentangkan luas
permukaannya ± 90m2. Banyaknya gelembung paru-paru ini kurang lebih
700juta buah. Ukurannya bervariasi, tergantung lokasi anatomisnya, semakin
negatif tekanan intrapleura di apeks, ukuran alveolus akan semakin besar. Ada
dua tipe sel epitel alveolus. Tipe I berukuran besar, datar dan berbentuk
skuamosa, bertanggungjawab untuk pertukaran udara. Sedangkan tipe II, yaitu
pneumosit granular, tidak ikut serta dalam pertukaran udara. Sel-sel tipe II
inilah yang memproduksi surfaktan, yang melapisi alveolus dan mencegah kolapnya
alveolus.
Paru-paru berfungsi sebagai
pertukaran oksigen dan karbondioksida yang tidak dibutuhkan tubuh. Selain itu
masih banyak lagi fungsi paru-paru diantaranya sebagai penjaga keseimbangan
asam basa tubuh. bila terjadi acidosis, maka tubuh akan mengkompensasi dengan
mengeluarkan banyak karbondioksida yang bersifat asam ke luar tubuh. Dalam sistem ekskresi, fungsi paru-paru adalah untuk
mengeluarkan karbondioksida dan uap air. Dalam sistem pernapasan, fungsi paru-paru adalah untuk
proses pertukaran oksigen dan karbondioksida di dalam darah. Dalam sistem
peredaran darah, fungsi paru-paru adalah untuk membuang karbondioksida di dalam
darah dan menggantinya dengan oksigen.
Didalam paru-paru terjadi proses
pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen,
sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh
yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air
dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung.
- Trakea
- Bronkus
- Rongga pleura
- Paru-paru kanan
- Paru-paru kiri
- Tulang rusuk
- Otot intercosta
- Diafragma
Berikut adalah penjelasan dari
beberapa bagian penting paru-paru:
- Trachea atau batang tenggorokan berupa pipa tempat lalunya udara. Udara yang dihirup dari hidung dan mulut akan ditarik ke trachea menuju paru-paru.
- Bronchi merupakan batang yang menghubungkan paru-paru kanan dan kiri dengan trachea. Udara dari trachea akan di bawa keparu-paru lewat batang ini.
- Bronchioles merupakan cabang-cabang dari bronchi berupa tabung-tabung kecil yang jumlahnya sekitar 30.000 buah untuk satu paru-paru. Bronchioles ini akan membawa oksigen lebih jauh ke dalam paru-paru.
- Alveoli merupakan ujung dari bronchioles yang jumlahnya sekitar 600 juta pada paru-paru manusia dewasa. Pada aveoli ini oksigen akan didifusi menjadi karbondioksida yang diambil dari dalam darah.
JENIS VOLUME
|
UKURAN VOLUME
|
PENGERTIAN
|
Tidal
|
500 cc
|
Volume
udara yang masuk dan keluar paru-paru saat terjadi pernapasan biasa
|
Suplemen
|
1500 cc
|
Volume
udara yang masih dapat dikeluarkan dari paru-paru setelah ekspirasi normal
|
Komplemen
|
1500 cc
|
Volume
udara yang masih dapat dihirup setelah inspirasi normal
|
Vital
|
3500 cc
|
Jumlah
volume tidal + volume suplemen + volume komplemen atau volume maksimal yang dapat dikeluarkan dalam satu
ekspirasi setelah inspirasi maksimal
|
Residu
|
1000 cc
|
Volume
udara yang tersisa di dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi maksimal
|
TABEL VOLUME PADA PARU-PARU
Salah satu jenis-jenis penyakit
paru-paru yang berbahaya adalah pneumonia atau disebut juga dengan radang
paru-paru. Pneumonia dapat timbul di berbagai daerah di paru-paru. Pneumonia
lobar menyerang sebuah lobus atau potongan besar paru-paru. Pneumonia lobar
adalah bentuk pneumonia yang mempengaruhi area yang luas dan terus-menerus dari
lobus paru-paru.
Selain itu, ada juga yang disebut
bronkopneumonia yang menyerang seberkas jaringan di salah satu paru-paru atau
keduanya.
Flu burung atau avian influenza
adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti
burung dan mamalia. Penyebab flu burung adalah virus influensa tipe A yang
menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke
spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.
Virus ini dapat menular melalui udara
ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus
ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan
harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu
dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan
pakaian juga perlu dijaga.
Virus dapat bertahan hidup pada suhu
dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus.
Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan
mentah.
Unggas sebaiknya tidak dipelihara di
dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan harus dijauhkan dari
perumahan untuk mengurangi risiko penularan.
Gejala umum yang dapat terjadi adalah
demam tinggi, keluhan pernafasan dan (mungkin) perut. Perkembangan virus dalam
tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan pengobatan.
Jenis-jenis penyakit paru-paru
lainnya adalah legionnaries. Penyakit paru-paru yang satu ini disebabkan
bakteri legionella pneumophilia. Bentuk infeksinya mirip dengan pneumonia.
Penyebab penyakit legionnaries adalah
bakteri legionella, sebuah bakteri berbentuk batang yang ditemukan di sebagian
besar sumber air. Mereka dapat berlipat ganda sangat cepat. Mereka terdapat di
sistem pipa ledeng atau di mana pun yang air bisa menggenang.
Penyakit Legionnaire pertama kali
dijelaskan pada 1976 setelah terjadi wabah penyakit yang mirip penumonia berat
pada veteran perang di sebuah konvensi American legion. Penyakit ini lebih
banyak menyerang laki-laki.
Flu babi adalah kasus-kasus influensa
yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang biasanya menyerang babi. Flu
babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang
yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan
dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan
pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian
Menurut Pusat Pengawasan dan
Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejala influensa ini mirip dengan
influensa. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada
tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan
buang air besar dan muntah-muntah.
Cairan berlebih di dalam membran
berlapis ganda yang mengelilingi paru-paru disebut efusi pleura. Dua lapis
membran yang melapisi paru-paru atau pleura dilumasi oleh sedikit cairan yang
memungkinkan paru-paru mengembang dan berkontraksi dengan halus dalam dinding
dada. Infeksi seperti pneumonia dan tuberkulosis, gagal jantung, dan beberapa
kanker dapat menimbulkan pengumpulan cairan di antara pleura. Jumlahnya bisa
mencapai tiga liter yang menekan paru-paru.
Faringitis adalah suatu penyakit
peradangan yang menyerang tenggorokkan atau faring. Kadang juga disebut sebagai
radang tenggorokan. Radang ini bisa disebabkan oleh virus atau kuman, pada saat
daya tahan tubuh lemah. Pengobatan dengan antibiotika hanya efektif apabila
karena terkena kuman. Kadangkala makan makanan yang sehat dengan buah-buahan
yang banyak, disertai dengan vitamin bisa menolong.
Jenis-jenis penyakit paru-paru
lainnya adalah Tuberkulosis atau disingkat TB merupakan penyakit yang
disebabkan oleh infeksi yang menyerang jaringan paru-paru. Penyebab seseorang
mengidap TB adalah bakteri mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar orang
memiliki mikroba TB di dalam tubuhnya, tapi mikroba ini hanya menyebabkan
penyakit di beberapa orang saja, biasanya jika imunitas atau kekebalan tubuh
orang itu menurun.
Pneumotoraks adalah penyakit yang
terdapat di selaput paru atau yang disebut pleura. Pneumotoraks terjadi jika
satu atau kedua membran pleura tertembus dan udara masuk ke dalam rongga pleura
menyebabkan paru-paru mengempis. Membran pleura dipisahkan oleh lapisan cairan
pleura sangat tipis yang melumasi gerakan mereka. Keseimbangan tekanan antara
dinding dada, lapisan pleura, dan jaringan paru-paru memungkinkan paru-paru
“terisap” ke dalam dinding dada.
Pada pneumotoraks, udara masuk ke
dalam rongga pleura. Keseimbangan tekanan pun berubah dan paru-paru mengempis.
Jika lebih banyak udara yang masuk ke dalam rongga tapi tidak dapat keluar,
tekanan di sekitar paru-paru semakin tinggi yang dapat mengancam jiwa.
Pneumotoraks spontan dapat terjadi
akibat pecahnya alveolus yang membesar secara abnormal di permukaan paru-paru
atau akibat kondisi paru-paru, seperti asma. Penyebab lain adalah patah tulang
rusuk dan luka dada.
Emfisema disebabkan karena hilangnya
elastisitas alveolus. Alveolus adalah gelembung-gelembung yang terdapat dalam
paru-paru. Pada penderita emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan
dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari
paru-paru terperangkap didalamnya.
Asap rokok dan kekurangan enzim
alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.
Gejala emfisema:
- Sesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas.
- Nafsu makan yang menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema.
Pencegahan dan solusi: Menghindari
asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok
juga sangat penting.
Jenis-jenis penyakit paru-paru
lainnya adalah Asma. Asma merupakan penyakit radang paru-paru yang menimbulkan
serangan sesak napas dan mengi yang berulang. Asma merupakan salah satu
kelainan paru-paru paling banyak dan bervariasi, menyerang satu dari empat anak
di beberapa daerah.
Otot dinding saluran udara
berkontraksi seperti kejang, menyebabkan saluran udara menyempit, sehingga
terjadi serangan sesak napas. Penyempitan diperburuk oleh sekresi lendir yang
berlebihan. Sebagian besar kasus terjadi di masa kanak-kanak dan biasanya
berkaitan dengan penyakit yang didasari oleh alergi seperti eksema dan keduanya
mempunyai faktor penyakit turunan.
Penyakit paru obstruktif kronik
(PPOK) mempunyai karakteristik keterbatasan jalan napas yang tidak sepenuhnya
reversibel. PPOK adalah kelainan jangka panjang di mana terjadi kerusakan
jaringan paru-paru secara progresif dengan sesak napas yang semakin berat. PPOK
terutama meliputi bronkitis kronis dan emfisema, dua kelainan yang biasanya
terjadi bersamaan.
Bronkitis adalah suatu peradangan
pada bronkus (saluran udara ke paru-paru).
Penyakit ini biasanya bersifat ringan
dan pada akhirnya akan sembuh sempurna, tetapi pada penderita yang memiliki
penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada
usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius. Serangan bronkitis berulang bisa
terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernafasan
menahun.
Peradangan kronis saluran udara
paru-paru biasanya disebabkan oleh rokok. Jarang sekali, infeksi akut yang
berulang menimbulkan bronkitis kronis. Pada bronkitis kronis, bronkus, saluran
udara utama menuju paru-paru, meradang, membengkak, dan menyempit akibat
iritasi oleh asap tembakau, infeksi berulang, atau paparan lama terhadap zat
polutan. Saluran udara yang meradang mulai menghasilkan dahak berlebihan,
awalnya menyebabkan batuk mengganggu di waktu lembap dan dingin, lalu berlanjut
sepanjang tahun.
Emfisema adalah jenis penyakit paru
obstruktif kronik yang melibatkan kerusakan pada kantung udara (alveoli) di
paru-paru. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan oksigen yang diperlukan. Emfisema
membuat penderita sulit bernafas. Penderita mengalami batuk kronis dan sesak
napas. Penyebab paling umum adalah merokok.
Asbestosis, silikosis, dan
pneumokoniosis disebabkan oleh menghirup partikel yang mengiritasi dan membuat
peradangan jaringan paru-paru, mengarah ke timbulnya fibrosis. Orang yang
berisiko tinggi menderita penyakit paru-paru akibat pekerjaan, adalah para
pekerja yang terpapar partikel beracun selama bertahun-tahun, misalnya para
pekerja tambang.
Pada penyakit paru-paru akibat kerja,
terdapat penebalan perlahan (fibrosis) jaringan paru-paru, yang akhirnya
menimbulkan pembentukan jaringan parut ireversibel.
Silikosis adalah salah satu penyakit
paru akibat lingkungan kerja. Penyakit ini merupakan suatu pneumokoniosis yang
disebabkan oleh inhalasi partikel-partikel kristal silika bebas.
Silika adalah sejenis bahan yang
banyak digunakan dalam bangunan dan perusahaan konstruksi. Silika dalam bentuk
padat tidak berbahaya, tetapi bentuk butiran debu sangat tidak baik untuk
paru-paru. Yang termasuk silika bebas adalah kuarsa, tridimit, dan kristobalit.
Asbestosis adalah penyakit paru yang
disebabkan banyaknya zat asbes yang terhirup paru-paru, sehingga menyebabkan
kerusakan berat. Pada beberapa kasus asbestosis, bisa menjadi penyebab
timbulnya penyakit kanker paru-paru. Kanker paru-paru sendiri adalah keberadaan
tumor ganas di paru-paru. Kanker paru-paru adalah kanker paling umum di dunia
dan lebih dari satu juta kasus baru ditemukan setiap tahun.
Penyakit pada paru-paru lainnya yang
sangat berbahaya adalah penyakit kanker paru-paru. Kanker paru-paru ialah
keberadaan tumor ganas pada paru-paru. Kanker paru-paru termasuk kanker yang
paling umum di dunia dan lebih dari satu juta kasus baru ditemukan setiap
tahun. Penyebab paling sering pada penyakit kanker paru-paru yang ditemukan
hampir 90 persen dari seluruh kasus adalah rokok. Banyaknya zat iritan yang
terhirup saat bernapas memicu pertumbuhan sel abnormal di dalam paru-paru, dan
rokok mengandung ribuan zat karsinogen atau zat penyebab kanker.
Dalam kasus yang sangat jarang,
kanker paru-paru disebabkan oleh asbes, zat kimia beracun, atau gas radioaktif
radon. Seperti penyakit kanker lainnya, kanker paru-paru pun dapat dipicu oleh
keberadaan faktor genetik dan penerapan gaya hidup yang tidak sehat, yang
umumnya seperti merokok dan terlalu banyak minum-minuman alkohol, serta
kurangnya berolahraga.
Gejala awal kanker paru-paru tidak
spesifik. Namun, umumnya batuk yang terus-menerus yang merupakan gejala paling
awal penyakit kanker paru-paru. Karena kebanyakan orang yang menderita kanker
paru-paru adalah perokok, maka biasa disebut “batuk perokok”. Gejala lain
berupa batuk berdarah, mengi, berat badan turun, suara serak yang terus
menerus, dan nyeri dada.
Influenza atau flu adalah penyakit
menular yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini ditularkan melalui udara
melalui bersin dari si penderita. Penyakit ini tidak hanya menyerang manusia,
burung, dan binatang mamalia seperti babi dan orang utan juga dapat terserang
flu.
Pada manusia, gejala umum yang
terjadi adalah demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, hidung tersumbat dan
mengeluarkan cairan, batuk, lesu serta rasa tidak enak badan. Dalam kasus yang
lebih buruk, influensa juga dapat menyebabkan terjadinya pneumonia, yang dapat
mengakibatkan kematian terutama pada anak-anak dan orang berusia lanjut.
Masa penularan hingga terserang
penyakit ini biasanya adalah 1 sampai 3 hari sejak kontak dengan hewan atau
orang yang influensa.
Penderita dianjurkan agar
mengasingkan diri atau dikarantina agar tidak menularkan penyakit hingga mereka
merasa lebih sehat.
.E. Kanker
Paru-Paru
Kanker paru-paru
adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru-paru yang dapat disebabkan oleh sejumlah
karsinogen, terutama asap rokok. Kanker paru-paru adalah kanker pembunuh
terbesar dimana telah membunuh hampir 90% penderitanya atau 30% dari seluruh
kematian akibat kanker. Sekitar 1,56 juta orang meninggal setiap tahunnya
karena kanker paru-paru.
Orang yang paling
beresiko terkena kanker paru-paru adalah orang yang sering terpapar asap rokok
(sekitar 80-90% dari total penderita kanker paru-paru) walaupun orang itu bukan
perokok yang sering disebut perokok pasif (sekitar 10-15% dari total
penderita). Penyebab lainnya adalah faktor genetik, paparan gas radon, asbes, dan
polusi udara.
Pengobatan kanker
paru-paru tergantung pada tahap kanker dan kondisi kesehatan penderita secara
keseluruhan. Perawatan umum pada penderita meliputi operasi, kemoterapi, dan
radioterapi. 16,8% orang di Amerika Serikat bertahan hingga lima tahun setelah
didiagnosa, sedangkan di negara
berkembang harapan hidupnya
lebih pendek.
Gejala kanker
paru-paru dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu:
- Gejala pernapasan: batuk, batuk darah, dan sesak napas.
- Gejala sistemik: penurunan berat badan, demam, dan kelelahan.
- Gejala karena tekanan dari pertumbuhan sel kanker: nyeri dada, nyeri tulang, dan mengalami kesulitan saat menelan.
Jika kanker tumbuh
di saluran pernapasan, kanker tersebut mungkin dapat menghalangi aliran udara
sehingga penderita mengalami kesulitan bernapas. Sekitar 10% orang dengan
kanker paru-paru tidak menemukan gejala kanker saat didiagnosis. Kanker
tersebut seringkali terlihat saat pemeriksaaan radiografi.
2. Penyebab Kanker
Paru-Paru
Kanker berkembang
karena terdapat kerusakan genetik pada DNA dan adanya perubahan epigenetik.
Perubahan ini dapat mempengaruhi fungsi sel termasuk proliferasi sel, kematian
sel (apoptosis), dan perbaikan DNA. Berikut adalah beberapa penyebab kanker
paru-paru.
Merokok sejauh ini
merupakan penyebab utama kanker paru-paru. Asap rokok mengandung setidaknya 73
zat karsinogen (penyebab kanker) termasuk radioaktif polonium. Di negara maju, 90% kematian akibat kanker
paru-paru pada pria selama tahun 2000 diakibatkan oleh kebiasaan merokok (70%
untuk perempuan). Di seluruh dunia, 80-90% penyebab kanker paru-paru adalah
kebiasaan merokok.
Perokok pasif
(menghirup asap rokok yang dikeluarkan oleh orang lain yang sedang merokok)
juga dapat menyebabkan terjadinya kanker paru-paru, meskipun orang tersebut
bukan perokok. Peningkatan resiko kanker paru-paru berbanding lurus dengan
semakin seringnya seseorang terpapar asap rokok. Mereka yang tinggal dengan
seorang perokok meningkatkan resiko sebanyak 20-30% sedangkan mereka yang
bekerja di lingkungan tercemar asap rokok memiliki resiko sebesar 16-19%. Asap
rokok yang telah dikeluarkan perokok lebih berbahaya daripada asap yang baru dihisap
dari rokok. 3.400 perokok pasif meninggal setiap tahun akibat kanker paru-paru
di Amerika Serikat.
Asap rokok ganja
mengandung zat karsinogen yang sama seperti asap rokok tembakau. Namun tidak
ada peningkatan resiko terkena kanker paru-paru pada perokok ganja walaupun
mereka sudah termasuk perokok ganja berat.
Radon adalah gas
tidak berwarna dan tidak berbau yang dihasilkan oleh penguraian radioaktif
radium yang merupakan hasil dari peluruhan uranium yang ditemukan di kerak
bumi. Orang yang terpapar gas radon dapat mengalami mutasi yang kadang-kadang
berubah menjadi kanker. Gas radon adalah penyebab kedua kanker paru-paru di
Amerika Serikat yakni sekitar 21.000 kematian setiap tahunnya. Setiap
peningkatan konsentrasi gas radon sebesar 100 Bq/m³, maka risiko terkena kanker
paru-paru meningkat 8-16%. Gas radon terkadang terkandung di air tanah dan
keluar dari tanah.
Asbes dapat
menyebabkan berbagai penyakit pada paru-paru termasuk kanker paru-paru. Merokok
tembakau dan debu asbes memiliki efek sinergis pada pembentukan kanker
paru-paru. Seorang perokok yang bekerja dengan asbes memiliki resiko kanker
paru-paru hingga 45 kali lipat. Asbes juga dapat menyebabkan kanker pleura
(mesothelioma).
Polusi udara di
luar ruangan tidak berdampak besar pada peningkatan risiko kanker paru-paru.
Partikulat dan sulfat yang dikeluarkan oleh asap kendaraan bermotor sedikit
meningkatkan risiko. Nitrogen dioksida dapat meningkatkan risiko kanker
paru-paru sebesar 14%. Polusi udara secara keseluruhan hanya meningkatkan
risiko sebesar 1 sampai 2 persen.
Polusi udara di
dalam ruangan seperti asap sisa memasak atau kompor arang dapat meningkatkan
risiko kanker paru-paru. Wanita yang terpapar di dalam dapur yang menggunakan
kompor batubara mengalami peningkatan resiko terkena kanker paru-paru hingga
dua kali lipat dibandingkan menggunakan kompor biasa. Hal tersebut menyumbang
1,5% kematian akibat kanker paru-paru.
Sekitar 8% dari
kanker paru-paru adalah karena faktor genetik. Orang yang memiliki kerabat
penderita kanker paru-paru mengalami peningkatan risiko hingga 2,4 kali. Hal
tersebut mungkin disebabkan oleh kombinase gen dan polimorfisme pada kromosom.
Ada beberapa zat
lain yang dapat menyebabkan kanker paru-paru. Berikut adalah beberapa zat
penyebab kanker menurut IARC (International Agency for Research on Cancer):
- Beberapa logam berat seperti aluminium, kadmium, chromium, berilium, besi, baja, nikel, dan arsen.
- Beberapa hasil pembakaran tidak sempurna seperti batubara, minyak jelantah, dan asap mesin diesel.
- Radiasi seperti sinar X, sinar gamma, dan plutonium.
- Beberapa gas beracun.
- Produksi karet dan debu silika.
3. Proses
Terjadinya Kanker Paru-Paru (Patogenesis)
Sama seperti
kebanyakan penyakit kanker lainnya, kanker paru-paru dimulai dengan aktivasi
onkogen atau inaktivasi gen supresor tumor. Zat karsinogen menyebabkan mutasi
gen yang mendorong perkembangan kanker. Perubahan-perubahan epigenetik seperti
metilasi DNA dapat menyebabkan terjadinya inaktivasi gen supresor tumor.
4. Diagnosis Kanker
Paru-Paru
Rontgen dada adalah
salah satu cara pendeteksian dini jika seseorang mengalami gejala-gejala kanker
paru-paru. Dengan rontgen, perubahan massa, pelebaran mediastinum, atelektasis,
pneumonia, atau efusi pleura dapat dideteksi.
Tanda-tanda kanker
paru-paru yang terlihat saat melakukan rontgen dada bisa jadi menandakan
penyakit lain seperti tuberkulosis, infeksi jamur, kanker metastatik, atau
pneumonia. Rontgen tidak boleh dilakukan secara rutin untuk menghindari paparan
radiasi berlebih.
5. Pencegahan
Kanker Paru-Paru
Berikut adalah cara
mencegah kanker paru-paru. Merokok adalah cara yang paling efektif untuk
mencegah berkembangnya kanker paru-paru.
Sementara di
sebagian besar industri yang menghasilkan zat karsinogen telah dilarang,
industri rokok tembakau masih marak. Menghilangkan rokok tembakau adalah cara
yang paling efektif untuk menekan angka penderita kanker paru-paru. Berhenti
merokok adalah cara yang paling efektif bagi seseorang untuk menghindari kanker
paru-paru.
Saat ini di
beberapa negara telah dibuat peraturan larangan merokok di tempat umum untuk
mengurangi perokok pasif. Tempat umum tersebut seperti restoran, taman, di
dalam angkutan umum, perkantoran, gedung pemerintahan, dll. Bahkan Bhutan
melarang merokok di semua tempat. WHO menyerukan pemerintah untuk melarang
iklan rokok eksplisit untuk mencegah kaum muda merokok. Larangan tersebut
berhasil menurunkan konsumsi tembakau sebesar 16%.
Penggunaan jangka
panjang suplemen vitamin A, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E tidak
mengurangi risiko kanker paru-paru. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang
yang banyak makan sayur dan buah cenderung memiliki risiko kanker paru-paru
yang lebih rendah. Namun mengurangi merokok adalah cara yang paling efektif.
Penelitian lebih lanjut belum menunjukkan hubungan yang jelas antara makanan
dengan risiko kanker paru-paru.
6. Penanganan dan
Pengobatan Kanker Paru-Paru
Pengobatan kanker
paru-paru bergantung pada jenis sel kanker, tingkat penyebarannya, dan kondisi
kesehatan penderita. Penanganan umum termasuk kemoterapi, terapi radiasi, dan operasi.
Pembedahan berupa
pengangkatan sel kanker. Namun jika kanker telah menyebar ke titik vital, tidak
bisa dilakukan pembedahan. Tes darah dan tes fungsi paru-paru digunakan untuk menilai apakah
penderita layak untuk dilakukan operasi. Jika tes fungsi paru-paru menunjukkan
volume tidal menipis, operasi menjadi tidak dapat dilakukan. Pembedahan pada
stadium awal kanker biasanya berupa pengangkatan lobus paru-paru.
Radioterapi sering
dilakukan bersamaan dengan kemoterapi. Radioterapi sering digunakan oleh
penderita yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan operasi.
Kemoterapi
tergantung pada jenis kanker. Kanker paru-paru stadium awal dapat dilakukan
kemoterapi dan radiasi. Dua obat yang digunakan untuk kemoterapi yang satu
adalah sisplatin atau karboplatin, dan yang satunya lagi adalah gemcitabine,
paklitaksel, dosetaksel, penetrasi, etoposide, atau vinorelbin.
Perawatan paliatif
dapat dilakukan bahkan ketika penderita masih menggunakan kemoterapi. Perawatan
paliatif adalah perawatan interdisipliner yang berfokus pada penyakit pasien.
Tujuannya adalah untuk meringankan beban penyakit. Perawatan paliatif
membutuhkan biaya yang mahal.
7. Prognosa Kanker
Paru-Paru
Dari semua
penderita kanker paru-paru di Amerika Serikat, 16,8% bertahan hidup setidaknya
lima tahun setelah diagnosis. Sedangkan di Inggris kurang dari 10%. Di negara
berkembang bahkan lebih buruk. Di Inggris, sekitar 70% penderita bertahan hidup
setidaknya satu tahun sejak didiagnosis.
Menurut data yang
diberikan oleh National Cancer Institute, usia rata-rata saat didiagnosis
kanker paru-paru di Amerika Serikat adalah 70 tahun, dan usia rata-rata
kematiannya adalah 72 tahun. Di Amerika Serikat, hasil lebih baik terlihat pada
mereka yang memiliki asuransi kesehatan.
8. Jenis Kanker
Paru-Paru
Kanker paru-paru
dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu SCLC (kanker paru-paru sel kecil/small
cell lung cancers) atau disebut juga kanker sel gandum, dan NSCLC (kanker
paru-paru non-sel kecil/non-small cell lung cancers). SCLC meliputi
kurang lebih 20% dari kanker paru-paru dan sangat agresif serta dapat tumbuh
dengan cepat. 99% penderita SCLC adalah perokok. NSCLC adalah jenis kanker
paru-paru yang paling umum yakni mencakup 80% dari seluruh kanker paru-paru.
Sebagian besar penderita NSCLC adalah perokok.
9. Epideminologi
Kanker Paru-Paru
Di seluruh dunia,
kanker paru-paru adalah kanker paling umum diderita oleh pria. Sedangkan bagi
wanita, kanker paru-paru adalah kanker paling umum ketiga setelah kanker
payudara. Pada tahun 2012, terdapat 1.820.000 kasus baru dan 1,56 juta orang
meninggal akibat kanker paru-paru. Data tersebut mewakili 19,4% dari semua
kematian akibat kanker. Angka kematian tertinggi berada di Amerika Utara,
Eropa, dan Asia Timur. Sepertiganya berada di Tiongkok. Kasus kanker paru-paru
di Afrika dan Asia Selatan tergolong rendah.
Penduduk yang
paling rentan terkena kanker paru-paru adalah perokok yang berusia diatas 50
tahun. Untuk setiap 3-4 juta rokok yang dihisap, satu kematian akibat kanker
paru-paru terjadi. Budaya merokok telah ada di sejumlah negara di dunia dan
bahkan menjadi trend. Setelah diketahui bahwa perokok pasif lebih berisiko
terkena kanker paru-paru, maka pemerintah gencar melakukan pembatasan merokok
terutama di tempat umum. Emisi kendaraan bermotor, pabrik, dan pembangkit
listrik juga dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru.
10. Sejarah
Penemuan Kanker Paru-Paru
Kanker paru-paru
sangat jarang ditemukan sebelum ada rokok. Bahkan sebelum tahun 1761 belum
diakui sebagai penyakit. Pada tahun 1878, kanker paru-paru hanya 1% dari semua
kanker. Pada awal 1900-an, meningkat menjadi 10-15%. Pada tahun 1912, terdapat
374 kasus kanker paru-paru di seluruh dunia. Pada tahun 1929, dokter Fritz
Lickint mengakui bahwa terdapat hubungan antara merokok dan kanker paru-paru,
yang menyebabkan terdapat kampanye antirokok yang agresif. Penelitian pada
1950-an di Inggris adalah hasil penelitian pertama yang menunjukkan bukti
epidemiologi yang kuat tentang hubungan antara kanker paru-paru dan merokok.
Pada tahun 1964, Amerika Serikat merekomendasikan perokok untuk berhenti
merokok.
Hubungan antara gas
radon dengan kanker paru-paru pertama kali ditemukan pada para penambang di
Pegunungan Ore. Kawasan tersebut adalah tempat yang kaa akan perak, uranium,
dan radium termasuk gas radon. Gas radon dikonfirmasi sebagai penyebab kanker
paru-paru pada tahun 1960.
Radioterapi telah
digunakan sejak tahun 1940-an. Pada tahun 1970-an, kemoterapi berhasil
dikembangkan.
11. Arah Penelitian
Kanker Paru-Paru
Arah penelitian
kanker paru-paru saat ini adalah imunoterapi yang mendorong sistem kekebalan tubuh
untuk menyerang sel-sel tumor, epigenetik, dan kombinasi dari kemoterapi dan
radioterapi.
Kesimpulan
Paru-paru juga membantu menjaga sel-sel tubuh tetap
mendapatkan pasokan oksigen dan menyingkirkan karbondioksida. Namun, tentu saja
hal ini dapat dilakukan jika kondisi paru-paru memang sehat. Penyakit Paru Paru dapat mempengaruhi saluran
udara. Sakit paru paru yang umum dikenal pada masyarakat meliputi asma,
PPOK (penyakit Obstruktif Kronis), Bronkitis (akut dan kronis), Emfisema,
fibrosis kistik, tuberculosis / tbc / tb, kanker paru paru, dll. Penyakit pada
paru paru yang disebutkan tadi tergantung organisme dan letak kelainan/infeksi
yang terjadi.
Penyakit Paru Paru adalah beberapa kondisi medis yang
paling umum di seluruh dunia. Organ paru paru merupakan organ yang kompleks,
setiap hari berfungsi untuk membawa oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida.
penyakit yang menyerang paru paru dapat berupa hasil dari masalah dalam bagian
manapun dari sistem ini. Penyakit pada paru paru sangat mempengaruhi
jalan napas mulai dari trakea (tenggorokan) yang bercabang menjadi bronkus,
yang pada gilirannya menjadi semakin kecil (alveoli) menuju seluruh paru-paru.
Saran
Untuk menjaga paru-paru tetap sehat, saran yang
sering kita dengar adalah menghindari kebiasaan merokok. Selain merugikan diri
sendiri, merokok juga merugikan kesehatan orang lain yang terkena polusi asap
rokok (perokok pasif). Nah, selain itu, ada juga beberapa makanan sehat dan
bergizi yang sangat bermanfaat untuk menjaga paru-paru sehat, memastikan sistem
pernafasan berfungsi dengan baik, dan juga untuk membantu mengurangi risiko
penyakit terkait paru-paru.
Sebuah penelitian di University of Southampton,
Inggris, menyebutkan bahwa diet yang kaya akan buah-buahan dan sayuran
berpotensi menjadi pelindung terhadap perkembangan penyakit paru-paru
obstruktif kronik. Peserta penelitian tersebut adalah 266 perokok yang mengisap
sekitar 20 batang rokok/hari selama 10 tahun. Fakta yang ditemukan adalah, satu
sendok makan sayuran per hari, atau satu potongan buah per hari, dapat membantu
mengurangi risiko perkembangan penyakit tersebut.




