Minggu, 22 Mei 2016

TRISWULAN D3KEB






Paru-paru terletak di dalam rongga dada (mediastinum), dilindungi oleh struktur tulang selangka. Rongga dada dan perut dibatasi oleh suatu sekat disebut diafragma. Berat paru-paru kanan sekitar 620 gram, sedangkan paru-paru kiri sekitar 560 gram. Masing-masing paru-paru dipisahkan satu sama lain oleh jantung dan pembuluh-pembuluh besar serta struktur-struktur lain di dalam rongga dada. Selaput yang membungkus paru-paru disebut pleura. Paru-paru terbenam bebas dalam rongga pleuranya sendiri. Paru-paru dibungkus oleh selaput yang bernama pleura. Pleura dibagi menjadi dua yaitu:
  1. Pleura visceral (selaput dada pembungkus), yaitu selaput paru yang langsung membungkus paru.
  2. Pleura parietal, yaitu selaput yang melapisi rongga dada luar.
Antara kedua pleura ini terdapat ronggga (kavum) yang disebut kavum pleura. Pada keadaan normal, kavum pleura ini hampa udara, sehingga paru-paru dapat berkembang kempis dan juga terdapat sedikit cairan (eksudat) yang berguna untuk meminyaki permukaan pleura, menghindari gesekan antara paru-paru dan dinding dada sewaktu ada gerakan bernafas.
Paru-paru kanan sedikit lebih besar dari paru-paru kiri dan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas (lobus superior), gelambir tengah (lobus medius), dan gelambir bawah (lobus inferior). Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir atas (lobus superior) dan gelambir bawah (lobus inferior). Tiap-tiap lobus terdiri dari belahan yang lebih kecil bernama segmen. Paru-paru kiri mempunyai sepuluh segmen, yaitu lima buah segmen pada lobus superior, dan lima buah segmen pada inferior. Paru-paru kanan mempunyai sepuluh segmen, yaitu lima buah segmen pada lobus superior, dua buah segmen pada lobus medial, dan tiga buah segmen pada lobus inferior. Tiap-tiap segmen ini masih terbagi lagi menjadi belahan-belahan yang bernama lobulus. Diantara lobulus satu dengan yang lainnya dibatasi oleh jaringan ikat yang berisi pembuluh darah getah bening dan saraf, dalam tiap-tiap lobulus terdapat sebuah bronkeolus. Di dalam lobulus, bronkeolus ini bercabang-cabang yang disebut duktus alveolus. Tiap-tiap duktus alveolus berakhir pada alveolus yang diameternya antara 0,2 – 0,3 mm.
Paru-paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung (gelembung hawa, alveoli, atau alveolus). Pada gelembung inilah terjadi pertukaran udara di dalam darah, O2 masuk ke dalam darah dan CO2 dikeluarkan dari darah. Gelembung alveoli ini terdiri dari sel-sel epitel dan endotel. Jika dibentangkan luas permukaannya ± 90m2. Banyaknya gelembung paru-paru ini kurang lebih 700juta buah. Ukurannya bervariasi, tergantung lokasi anatomisnya, semakin negatif tekanan intrapleura di apeks, ukuran alveolus akan semakin besar. Ada dua tipe sel epitel alveolus. Tipe I berukuran besar, datar dan berbentuk skuamosa, bertanggungjawab untuk pertukaran udara. Sedangkan tipe II, yaitu pneumosit granular, tidak ikut serta dalam pertukaran udara. Sel-sel tipe II inilah yang memproduksi surfaktan, yang melapisi alveolus dan mencegah kolapnya alveolus.

B.        Fungsi Paru-Paru

Paru-paru berfungsi sebagai pertukaran oksigen dan karbondioksida yang tidak dibutuhkan tubuh. Selain itu masih banyak lagi fungsi paru-paru diantaranya sebagai penjaga keseimbangan asam basa tubuh. bila terjadi acidosis, maka tubuh akan mengkompensasi dengan mengeluarkan banyak karbondioksida yang bersifat asam ke luar tubuh. Dalam sistem ekskresi, fungsi paru-paru adalah untuk mengeluarkan karbondioksida dan uap air. Dalam sistem pernapasan, fungsi paru-paru adalah untuk proses pertukaran oksigen dan karbondioksida di dalam darah. Dalam sistem peredaran darah, fungsi paru-paru adalah untuk membuang karbondioksida di dalam darah dan menggantinya dengan oksigen.
Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung.
C.      Bagian-Bagian Paru-Paru
  1. Trakea
  2. Bronkus
  3. Rongga pleura
  4. Paru-paru kanan
  5. Paru-paru kiri
  6. Tulang rusuk
  7. Otot intercosta
  8. Diafragma
Berikut adalah penjelasan dari beberapa bagian penting paru-paru:
  1. Trachea atau batang tenggorokan berupa pipa tempat lalunya udara. Udara yang dihirup dari hidung dan mulut akan ditarik ke trachea menuju paru-paru.
  2. Bronchi merupakan batang yang menghubungkan paru-paru kanan dan kiri dengan trachea. Udara dari trachea akan di bawa keparu-paru lewat batang ini.
  3. Bronchioles merupakan cabang-cabang dari bronchi berupa tabung-tabung kecil yang jumlahnya sekitar 30.000 buah untuk satu paru-paru. Bronchioles ini akan membawa oksigen lebih jauh ke dalam paru-paru.
  4. Alveoli merupakan ujung dari bronchioles yang jumlahnya sekitar 600 juta pada paru-paru manusia dewasa. Pada aveoli ini oksigen akan didifusi menjadi karbondioksida yang diambil dari dalam darah.


JENIS VOLUME
UKURAN VOLUME
PENGERTIAN
Tidal
500 cc
Volume udara yang masuk dan keluar paru-paru saat terjadi pernapasan biasa
Suplemen
1500 cc
Volume udara yang masih dapat dikeluarkan dari paru-paru setelah ekspirasi normal
Komplemen
1500 cc
Volume udara yang masih dapat dihirup setelah inspirasi normal
Vital
3500 cc
Jumlah volume tidal + volume suplemen + volume komplemen atau volume maksimal yang dapat dikeluarkan dalam satu ekspirasi setelah inspirasi maksimal
Residu
1000 cc
Volume udara yang tersisa di dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi maksimal
TABEL VOLUME PADA PARU-PARU




Salah satu jenis-jenis penyakit paru-paru yang berbahaya adalah pneumonia atau disebut juga dengan radang paru-paru. Pneumonia dapat timbul di berbagai daerah di paru-paru. Pneumonia lobar menyerang sebuah lobus atau potongan besar paru-paru. Pneumonia lobar adalah bentuk pneumonia yang mempengaruhi area yang luas dan terus-menerus dari lobus paru-paru.
Selain itu, ada juga yang disebut bronkopneumonia yang menyerang seberkas jaringan di salah satu paru-paru atau keduanya.


Flu burung atau avian influenza adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia. Penyebab flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.
Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.
Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah.
Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi risiko penularan.
Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam tinggi, keluhan pernafasan dan (mungkin) perut. Perkembangan virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan pengobatan.


Jenis-jenis penyakit paru-paru lainnya adalah legionnaries. Penyakit paru-paru yang satu ini disebabkan bakteri legionella pneumophilia. Bentuk infeksinya mirip dengan pneumonia.
Penyebab penyakit legionnaries adalah bakteri legionella, sebuah bakteri berbentuk batang yang ditemukan di sebagian besar sumber air. Mereka dapat berlipat ganda sangat cepat. Mereka terdapat di sistem pipa ledeng atau di mana pun yang air bisa menggenang.
Penyakit Legionnaire pertama kali dijelaskan pada 1976 setelah terjadi wabah penyakit yang mirip penumonia berat pada veteran perang di sebuah konvensi American legion. Penyakit ini lebih banyak menyerang laki-laki.


Flu babi adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang biasanya menyerang babi. Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian
Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejala influensa ini mirip dengan influensa. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah.


Cairan berlebih di dalam membran berlapis ganda yang mengelilingi paru-paru disebut efusi pleura. Dua lapis membran yang melapisi paru-paru atau pleura dilumasi oleh sedikit cairan yang memungkinkan paru-paru mengembang dan berkontraksi dengan halus dalam dinding dada. Infeksi seperti pneumonia dan tuberkulosis, gagal jantung, dan beberapa kanker dapat menimbulkan pengumpulan cairan di antara pleura. Jumlahnya bisa mencapai tiga liter yang menekan paru-paru.


Faringitis adalah suatu penyakit peradangan yang menyerang tenggorokkan atau faring. Kadang juga disebut sebagai radang tenggorokan. Radang ini bisa disebabkan oleh virus atau kuman, pada saat daya tahan tubuh lemah. Pengobatan dengan antibiotika hanya efektif apabila karena terkena kuman. Kadangkala makan makanan yang sehat dengan buah-buahan yang banyak, disertai dengan vitamin bisa menolong.


Jenis-jenis penyakit paru-paru lainnya adalah Tuberkulosis atau disingkat TB merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi yang menyerang jaringan paru-paru. Penyebab seseorang mengidap TB adalah bakteri mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar orang memiliki mikroba TB di dalam tubuhnya, tapi mikroba ini hanya menyebabkan penyakit di beberapa orang saja, biasanya jika imunitas atau kekebalan tubuh orang itu menurun.


Pneumotoraks adalah penyakit yang terdapat di selaput paru atau yang disebut pleura. Pneumotoraks terjadi jika satu atau kedua membran pleura tertembus dan udara masuk ke dalam rongga pleura menyebabkan paru-paru mengempis. Membran pleura dipisahkan oleh lapisan cairan pleura sangat tipis yang melumasi gerakan mereka. Keseimbangan tekanan antara dinding dada, lapisan pleura, dan jaringan paru-paru memungkinkan paru-paru “terisap” ke dalam dinding dada.
Pada pneumotoraks, udara masuk ke dalam rongga pleura. Keseimbangan tekanan pun berubah dan paru-paru mengempis. Jika lebih banyak udara yang masuk ke dalam rongga tapi tidak dapat keluar, tekanan di sekitar paru-paru semakin tinggi yang dapat mengancam jiwa.
Pneumotoraks spontan dapat terjadi akibat pecahnya alveolus yang membesar secara abnormal di permukaan paru-paru atau akibat kondisi paru-paru, seperti asma. Penyebab lain adalah patah tulang rusuk dan luka dada.



Emfisema disebabkan karena hilangnya elastisitas alveolus. Alveolus adalah gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Pada penderita emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya.
Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.
Gejala emfisema:
  • Sesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas.
  • Nafsu makan yang menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema.
Pencegahan dan solusi: Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.


Jenis-jenis penyakit paru-paru lainnya adalah Asma. Asma merupakan penyakit radang paru-paru yang menimbulkan serangan sesak napas dan mengi yang berulang. Asma merupakan salah satu kelainan paru-paru paling banyak dan bervariasi, menyerang satu dari empat anak di beberapa daerah.
Otot dinding saluran udara berkontraksi seperti kejang, menyebabkan saluran udara menyempit, sehingga terjadi serangan sesak napas. Penyempitan diperburuk oleh sekresi lendir yang berlebihan. Sebagian besar kasus terjadi di masa kanak-kanak dan biasanya berkaitan dengan penyakit yang didasari oleh alergi seperti eksema dan keduanya mempunyai faktor penyakit turunan.




Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) mempunyai karakteristik keterbatasan jalan napas yang tidak sepenuhnya reversibel. PPOK adalah kelainan jangka panjang di mana terjadi kerusakan jaringan paru-paru secara progresif dengan sesak napas yang semakin berat. PPOK terutama meliputi bronkitis kronis dan emfisema, dua kelainan yang biasanya terjadi bersamaan.


Bronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru).
Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna, tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius. Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernafasan menahun.


Peradangan kronis saluran udara paru-paru biasanya disebabkan oleh rokok. Jarang sekali, infeksi akut yang berulang menimbulkan bronkitis kronis. Pada bronkitis kronis, bronkus, saluran udara utama menuju paru-paru, meradang, membengkak, dan menyempit akibat iritasi oleh asap tembakau, infeksi berulang, atau paparan lama terhadap zat polutan. Saluran udara yang meradang mulai menghasilkan dahak berlebihan, awalnya menyebabkan batuk mengganggu di waktu lembap dan dingin, lalu berlanjut sepanjang tahun.


Emfisema adalah jenis penyakit paru obstruktif kronik yang melibatkan kerusakan pada kantung udara (alveoli) di paru-paru. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan oksigen yang diperlukan. Emfisema membuat penderita sulit bernafas. Penderita mengalami batuk kronis dan sesak napas. Penyebab paling umum adalah merokok.


Asbestosis, silikosis, dan pneumokoniosis disebabkan oleh menghirup partikel yang mengiritasi dan membuat peradangan jaringan paru-paru, mengarah ke timbulnya fibrosis. Orang yang berisiko tinggi menderita penyakit paru-paru akibat pekerjaan, adalah para pekerja yang terpapar partikel beracun selama bertahun-tahun, misalnya para pekerja tambang.
Pada penyakit paru-paru akibat kerja, terdapat penebalan perlahan (fibrosis) jaringan paru-paru, yang akhirnya menimbulkan pembentukan jaringan parut ireversibel.


Silikosis adalah salah satu penyakit paru akibat lingkungan kerja. Penyakit ini merupakan suatu pneumokoniosis yang disebabkan oleh inhalasi partikel-partikel kristal silika bebas.
Silika adalah sejenis bahan yang banyak digunakan dalam bangunan dan perusahaan konstruksi. Silika dalam bentuk padat tidak berbahaya, tetapi bentuk butiran debu sangat tidak baik untuk paru-paru. Yang termasuk silika bebas adalah kuarsa, tridimit, dan kristobalit.


Asbestosis adalah penyakit paru yang disebabkan banyaknya zat asbes yang terhirup paru-paru, sehingga menyebabkan kerusakan berat. Pada beberapa kasus asbestosis, bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit kanker paru-paru. Kanker paru-paru sendiri adalah keberadaan tumor ganas di paru-paru. Kanker paru-paru adalah kanker paling umum di dunia dan lebih dari satu juta kasus baru ditemukan setiap tahun.


Penyakit pada paru-paru lainnya yang sangat berbahaya adalah penyakit kanker paru-paru. Kanker paru-paru ialah keberadaan tumor ganas pada paru-paru. Kanker paru-paru termasuk kanker yang paling umum di dunia dan lebih dari satu juta kasus baru ditemukan setiap tahun. Penyebab paling sering pada penyakit kanker paru-paru yang ditemukan hampir 90 persen dari seluruh kasus adalah rokok. Banyaknya zat iritan yang terhirup saat bernapas memicu pertumbuhan sel abnormal di dalam paru-paru, dan rokok mengandung ribuan zat karsinogen atau zat penyebab kanker.
Dalam kasus yang sangat jarang, kanker paru-paru disebabkan oleh asbes, zat kimia beracun, atau gas radioaktif radon. Seperti penyakit kanker lainnya, kanker paru-paru pun dapat dipicu oleh keberadaan faktor genetik dan penerapan gaya hidup yang tidak sehat, yang umumnya seperti merokok dan terlalu banyak minum-minuman alkohol, serta kurangnya berolahraga.
Gejala awal kanker paru-paru tidak spesifik. Namun, umumnya batuk yang terus-menerus yang merupakan gejala paling awal penyakit kanker paru-paru. Karena kebanyakan orang yang menderita kanker paru-paru adalah perokok, maka biasa disebut “batuk perokok”. Gejala lain berupa batuk berdarah, mengi, berat badan turun, suara serak yang terus menerus, dan nyeri dada.


Influenza atau flu adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini ditularkan melalui udara melalui bersin dari si penderita. Penyakit ini tidak hanya menyerang manusia, burung, dan binatang mamalia seperti babi dan orang utan juga dapat terserang flu.
Pada manusia, gejala umum yang terjadi adalah demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, hidung tersumbat dan mengeluarkan cairan, batuk, lesu serta rasa tidak enak badan. Dalam kasus yang lebih buruk, influensa juga dapat menyebabkan terjadinya pneumonia, yang dapat mengakibatkan kematian terutama pada anak-anak dan orang berusia lanjut.
Masa penularan hingga terserang penyakit ini biasanya adalah 1 sampai 3 hari sejak kontak dengan hewan atau orang yang influensa.
Penderita dianjurkan agar mengasingkan diri atau dikarantina agar tidak menularkan penyakit hingga mereka merasa lebih sehat.





.E. Kanker Paru-Paru


Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru-paru yang dapat disebabkan oleh sejumlah karsinogen, terutama asap rokok. Kanker paru-paru adalah kanker pembunuh terbesar dimana telah membunuh hampir 90% penderitanya atau 30% dari seluruh kematian akibat kanker. Sekitar 1,56 juta orang meninggal setiap tahunnya karena kanker paru-paru.
Jika tidak diobati, pertumbuhan sel kanker bisa menyebar ke luar paru-paru melalui proses metastasis ke jaringan di dekatnya. Seringkali kanker paru-paru berasal dari pertumbuhan sel abnormal pada jaringan epitel. Gejala paling umum kanker ini adalah batuk (termasuk batuk darah), penurunan berat badan, sesak napas, dan nyeri pada dada. Kanker paru-paru menyebabkan kematian karena paru-paru merupakan bagian dari sistem pernapasan pada manusia. Jika pernapasan terhambat, maka suplai oksigen ke seluruh tubuh juga terhambat.
Orang yang paling beresiko terkena kanker paru-paru adalah orang yang sering terpapar asap rokok (sekitar 80-90% dari total penderita kanker paru-paru) walaupun orang itu bukan perokok yang sering disebut perokok pasif (sekitar 10-15% dari total penderita). Penyebab lainnya adalah faktor genetik, paparan gas radon, asbes, dan polusi udara.
Pengobatan kanker paru-paru tergantung pada tahap kanker dan kondisi kesehatan penderita secara keseluruhan. Perawatan umum pada penderita meliputi operasi, kemoterapi, dan radioterapi. 16,8% orang di Amerika Serikat bertahan hingga lima tahun setelah didiagnosa, sedangkan di negara berkembang harapan hidupnya lebih pendek.
1. Gejala Kanker Paru-Paru
Gejala kanker paru-paru dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu:
  1. Gejala pernapasan: batuk, batuk darah, dan sesak napas.
  2. Gejala sistemik: penurunan berat badan, demam, dan kelelahan.
  3. Gejala karena tekanan dari pertumbuhan sel kanker: nyeri dada, nyeri tulang, dan mengalami kesulitan saat menelan.
Jika kanker tumbuh di saluran pernapasan, kanker tersebut mungkin dapat menghalangi aliran udara sehingga penderita mengalami kesulitan bernapas. Sekitar 10% orang dengan kanker paru-paru tidak menemukan gejala kanker saat didiagnosis. Kanker tersebut seringkali terlihat saat pemeriksaaan radiografi.
2. Penyebab Kanker Paru-Paru
Kanker berkembang karena terdapat kerusakan genetik pada DNA dan adanya perubahan epigenetik. Perubahan ini dapat mempengaruhi fungsi sel termasuk proliferasi sel, kematian sel (apoptosis), dan perbaikan DNA. Berikut adalah beberapa penyebab kanker paru-paru.
Merokok sejauh ini merupakan penyebab utama kanker paru-paru. Asap rokok mengandung setidaknya 73 zat karsinogen (penyebab kanker) termasuk radioaktif polonium. Di negara maju, 90% kematian akibat kanker paru-paru pada pria selama tahun 2000 diakibatkan oleh kebiasaan merokok (70% untuk perempuan). Di seluruh dunia, 80-90% penyebab kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok.
Perokok pasif (menghirup asap rokok yang dikeluarkan oleh orang lain yang sedang merokok) juga dapat menyebabkan terjadinya kanker paru-paru, meskipun orang tersebut bukan perokok. Peningkatan resiko kanker paru-paru berbanding lurus dengan semakin seringnya seseorang terpapar asap rokok. Mereka yang tinggal dengan seorang perokok meningkatkan resiko sebanyak 20-30% sedangkan mereka yang bekerja di lingkungan tercemar asap rokok memiliki resiko sebesar 16-19%. Asap rokok yang telah dikeluarkan perokok lebih berbahaya daripada asap yang baru dihisap dari rokok. 3.400 perokok pasif meninggal setiap tahun akibat kanker paru-paru di Amerika Serikat.
Asap rokok ganja mengandung zat karsinogen yang sama seperti asap rokok tembakau. Namun tidak ada peningkatan resiko terkena kanker paru-paru pada perokok ganja walaupun mereka sudah termasuk perokok ganja berat.
Radon adalah gas tidak berwarna dan tidak berbau yang dihasilkan oleh penguraian radioaktif radium yang merupakan hasil dari peluruhan uranium yang ditemukan di kerak bumi. Orang yang terpapar gas radon dapat mengalami mutasi yang kadang-kadang berubah menjadi kanker. Gas radon adalah penyebab kedua kanker paru-paru di Amerika Serikat yakni sekitar 21.000 kematian setiap tahunnya. Setiap peningkatan konsentrasi gas radon sebesar 100 Bq/m³, maka risiko terkena kanker paru-paru meningkat 8-16%. Gas radon terkadang terkandung di air tanah dan keluar dari tanah.

Asbes dapat menyebabkan berbagai penyakit pada paru-paru termasuk kanker paru-paru. Merokok tembakau dan debu asbes memiliki efek sinergis pada pembentukan kanker paru-paru. Seorang perokok yang bekerja dengan asbes memiliki resiko kanker paru-paru hingga 45 kali lipat. Asbes juga dapat menyebabkan kanker pleura (mesothelioma).
Polusi udara di luar ruangan tidak berdampak besar pada peningkatan risiko kanker paru-paru. Partikulat dan sulfat yang dikeluarkan oleh asap kendaraan bermotor sedikit meningkatkan risiko. Nitrogen dioksida dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru sebesar 14%. Polusi udara secara keseluruhan hanya meningkatkan risiko sebesar 1 sampai 2 persen.
Polusi udara di dalam ruangan seperti asap sisa memasak atau kompor arang dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. Wanita yang terpapar di dalam dapur yang menggunakan kompor batubara mengalami peningkatan resiko terkena kanker paru-paru hingga dua kali lipat dibandingkan menggunakan kompor biasa. Hal tersebut menyumbang 1,5% kematian akibat kanker paru-paru.
Sekitar 8% dari kanker paru-paru adalah karena faktor genetik. Orang yang memiliki kerabat penderita kanker paru-paru mengalami peningkatan risiko hingga 2,4 kali. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh kombinase gen dan polimorfisme pada kromosom.
Ada beberapa zat lain yang dapat menyebabkan kanker paru-paru. Berikut adalah beberapa zat penyebab kanker menurut IARC (International Agency for Research on Cancer):
  1. Beberapa logam berat seperti aluminium, kadmium, chromium, berilium, besi, baja, nikel, dan arsen.
  2. Beberapa hasil pembakaran tidak sempurna seperti batubara, minyak jelantah, dan asap mesin diesel.
  3. Radiasi seperti sinar X, sinar gamma, dan plutonium.
  4. Beberapa gas beracun.
  5. Produksi karet dan debu silika.

3. Proses Terjadinya Kanker Paru-Paru (Patogenesis)

Sama seperti kebanyakan penyakit kanker lainnya, kanker paru-paru dimulai dengan aktivasi onkogen atau inaktivasi gen supresor tumor. Zat karsinogen menyebabkan mutasi gen yang mendorong perkembangan kanker. Perubahan-perubahan epigenetik seperti metilasi DNA dapat menyebabkan terjadinya inaktivasi gen supresor tumor.
4. Diagnosis Kanker Paru-Paru
Rontgen dada adalah salah satu cara pendeteksian dini jika seseorang mengalami gejala-gejala kanker paru-paru. Dengan rontgen, perubahan massa, pelebaran mediastinum, atelektasis, pneumonia, atau efusi pleura dapat dideteksi.
Tanda-tanda kanker paru-paru yang terlihat saat melakukan rontgen dada bisa jadi menandakan penyakit lain seperti tuberkulosis, infeksi jamur, kanker metastatik, atau pneumonia. Rontgen tidak boleh dilakukan secara rutin untuk menghindari paparan radiasi berlebih.
5. Pencegahan Kanker Paru-Paru
Berikut adalah cara mencegah kanker paru-paru. Merokok adalah cara yang paling efektif untuk mencegah berkembangnya kanker paru-paru.
Sementara di sebagian besar industri yang menghasilkan zat karsinogen telah dilarang, industri rokok tembakau masih marak. Menghilangkan rokok tembakau adalah cara yang paling efektif untuk menekan angka penderita kanker paru-paru. Berhenti merokok adalah cara yang paling efektif bagi seseorang untuk menghindari kanker paru-paru.
Saat ini di beberapa negara telah dibuat peraturan larangan merokok di tempat umum untuk mengurangi perokok pasif. Tempat umum tersebut seperti restoran, taman, di dalam angkutan umum, perkantoran, gedung pemerintahan, dll. Bahkan Bhutan melarang merokok di semua tempat. WHO menyerukan pemerintah untuk melarang iklan rokok eksplisit untuk mencegah kaum muda merokok. Larangan tersebut berhasil menurunkan konsumsi tembakau sebesar 16%.
Penggunaan jangka panjang suplemen vitamin A, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E tidak mengurangi risiko kanker paru-paru. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang banyak makan sayur dan buah cenderung memiliki risiko kanker paru-paru yang lebih rendah. Namun mengurangi merokok adalah cara yang paling efektif. Penelitian lebih lanjut belum menunjukkan hubungan yang jelas antara makanan dengan risiko kanker paru-paru.



6. Penanganan dan Pengobatan Kanker Paru-Paru
Pengobatan kanker paru-paru bergantung pada jenis sel kanker, tingkat penyebarannya, dan kondisi kesehatan penderita. Penanganan umum termasuk kemoterapi, terapi radiasi, dan operasi.
Pembedahan berupa pengangkatan sel kanker. Namun jika kanker telah menyebar ke titik vital, tidak bisa dilakukan pembedahan. Tes darah dan tes fungsi paru-paru digunakan untuk menilai apakah penderita layak untuk dilakukan operasi. Jika tes fungsi paru-paru menunjukkan volume tidal menipis, operasi menjadi tidak dapat dilakukan. Pembedahan pada stadium awal kanker biasanya berupa pengangkatan lobus paru-paru.

Radioterapi sering dilakukan bersamaan dengan kemoterapi. Radioterapi sering digunakan oleh penderita yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan operasi.
Kemoterapi tergantung pada jenis kanker. Kanker paru-paru stadium awal dapat dilakukan kemoterapi dan radiasi. Dua obat yang digunakan untuk kemoterapi yang satu adalah sisplatin atau karboplatin, dan yang satunya lagi adalah gemcitabine, paklitaksel, dosetaksel, penetrasi, etoposide, atau vinorelbin.
Perawatan paliatif dapat dilakukan bahkan ketika penderita masih menggunakan kemoterapi. Perawatan paliatif adalah perawatan interdisipliner yang berfokus pada penyakit pasien. Tujuannya adalah untuk meringankan beban penyakit. Perawatan paliatif membutuhkan biaya yang mahal.

7. Prognosa Kanker Paru-Paru
Dari semua penderita kanker paru-paru di Amerika Serikat, 16,8% bertahan hidup setidaknya lima tahun setelah diagnosis. Sedangkan di Inggris kurang dari 10%. Di negara berkembang bahkan lebih buruk. Di Inggris, sekitar 70% penderita bertahan hidup setidaknya satu tahun sejak didiagnosis.
Menurut data yang diberikan oleh National Cancer Institute, usia rata-rata saat didiagnosis kanker paru-paru di Amerika Serikat adalah 70 tahun, dan usia rata-rata kematiannya adalah 72 tahun. Di Amerika Serikat, hasil lebih baik terlihat pada mereka yang memiliki asuransi kesehatan.
8. Jenis Kanker Paru-Paru
Kanker paru-paru dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu SCLC (kanker paru-paru sel kecil/small cell lung cancers) atau disebut juga kanker sel gandum, dan NSCLC (kanker paru-paru non-sel kecil/non-small cell lung cancers). SCLC meliputi kurang lebih 20% dari kanker paru-paru dan sangat agresif serta dapat tumbuh dengan cepat. 99% penderita SCLC adalah perokok. NSCLC adalah jenis kanker paru-paru yang paling umum yakni mencakup 80% dari seluruh kanker paru-paru. Sebagian besar penderita NSCLC adalah perokok.
9. Epideminologi Kanker Paru-Paru
Di seluruh dunia, kanker paru-paru adalah kanker paling umum diderita oleh pria. Sedangkan bagi wanita, kanker paru-paru adalah kanker paling umum ketiga setelah kanker payudara. Pada tahun 2012, terdapat 1.820.000 kasus baru dan 1,56 juta orang meninggal akibat kanker paru-paru. Data tersebut mewakili 19,4% dari semua kematian akibat kanker. Angka kematian tertinggi berada di Amerika Utara, Eropa, dan Asia Timur. Sepertiganya berada di Tiongkok. Kasus kanker paru-paru di Afrika dan Asia Selatan tergolong rendah.
Penduduk yang paling rentan terkena kanker paru-paru adalah perokok yang berusia diatas 50 tahun. Untuk setiap 3-4 juta rokok yang dihisap, satu kematian akibat kanker paru-paru terjadi. Budaya merokok telah ada di sejumlah negara di dunia dan bahkan menjadi trend. Setelah diketahui bahwa perokok pasif lebih berisiko terkena kanker paru-paru, maka pemerintah gencar melakukan pembatasan merokok terutama di tempat umum. Emisi kendaraan bermotor, pabrik, dan pembangkit listrik juga dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru.
10. Sejarah Penemuan Kanker Paru-Paru
Kanker paru-paru sangat jarang ditemukan sebelum ada rokok. Bahkan sebelum tahun 1761 belum diakui sebagai penyakit. Pada tahun 1878, kanker paru-paru hanya 1% dari semua kanker. Pada awal 1900-an, meningkat menjadi 10-15%. Pada tahun 1912, terdapat 374 kasus kanker paru-paru di seluruh dunia. Pada tahun 1929, dokter Fritz Lickint mengakui bahwa terdapat hubungan antara merokok dan kanker paru-paru, yang menyebabkan terdapat kampanye antirokok yang agresif. Penelitian pada 1950-an di Inggris adalah hasil penelitian pertama yang menunjukkan bukti epidemiologi yang kuat tentang hubungan antara kanker paru-paru dan merokok. Pada tahun 1964, Amerika Serikat merekomendasikan perokok untuk berhenti merokok.
Hubungan antara gas radon dengan kanker paru-paru pertama kali ditemukan pada para penambang di Pegunungan Ore. Kawasan tersebut adalah tempat yang kaa akan perak, uranium, dan radium termasuk gas radon. Gas radon dikonfirmasi sebagai penyebab kanker paru-paru pada tahun 1960.
Radioterapi telah digunakan sejak tahun 1940-an. Pada tahun 1970-an, kemoterapi berhasil dikembangkan.
11. Arah Penelitian Kanker Paru-Paru
Arah penelitian kanker paru-paru saat ini adalah imunoterapi yang mendorong sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel-sel tumor, epigenetik, dan kombinasi dari kemoterapi dan radioterapi.























 Kesimpulan

Paru-paru juga membantu menjaga sel-sel tubuh tetap mendapatkan pasokan oksigen dan menyingkirkan karbondioksida. Namun, tentu saja hal ini dapat dilakukan jika kondisi paru-paru memang sehat. Penyakit Paru Paru dapat mempengaruhi saluran udara. Sakit paru paru yang umum dikenal pada masyarakat meliputi asma, PPOK (penyakit Obstruktif Kronis), Bronkitis (akut dan kronis), Emfisema, fibrosis kistik, tuberculosis / tbc / tb, kanker paru paru, dll. Penyakit pada paru paru yang disebutkan tadi tergantung organisme dan letak kelainan/infeksi yang terjadi.
Penyakit Paru Paru adalah beberapa kondisi medis yang paling umum di seluruh dunia. Organ paru paru merupakan organ yang kompleks, setiap hari berfungsi untuk membawa oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. penyakit yang menyerang paru paru dapat berupa hasil dari masalah dalam bagian manapun dari sistem ini. Penyakit pada paru paru sangat mempengaruhi jalan napas mulai dari trakea (tenggorokan) yang bercabang menjadi bronkus, yang pada gilirannya menjadi semakin kecil (alveoli) menuju seluruh paru-paru.

Saran

Untuk menjaga paru-paru tetap sehat, saran yang sering kita dengar adalah menghindari kebiasaan merokok. Selain merugikan diri sendiri, merokok juga merugikan kesehatan orang lain yang terkena polusi asap rokok (perokok pasif). Nah, selain itu, ada juga beberapa makanan sehat dan bergizi yang sangat bermanfaat untuk menjaga paru-paru sehat, memastikan sistem pernafasan berfungsi dengan baik, dan juga untuk membantu mengurangi risiko penyakit terkait paru-paru.
Sebuah penelitian di University of Southampton, Inggris, menyebutkan bahwa diet yang kaya akan buah-buahan dan sayuran berpotensi menjadi pelindung terhadap perkembangan penyakit paru-paru obstruktif kronik. Peserta penelitian tersebut adalah 266 perokok yang mengisap sekitar 20 batang rokok/hari selama 10 tahun. Fakta yang ditemukan adalah, satu sendok makan sayuran per hari, atau satu potongan buah per hari, dapat membantu mengurangi risiko perkembangan penyakit tersebut.